Pengajar yang Mengajarkan dan Mendidik di Indonesia

Pengajar yang Mengajarkan dan Mendidik di Indonesia

Pengajar yang Mengajarkan dan Mendidik – Teman dekat pengajar, sering kita dapatkan banyak anak didik yang pandai tetapi memiliki attitude yang buruk. Walau sebenarnya kepandaian dan attitude harus sama dipunyai oleh anak didik kita. Kesetimbangan ilmu dan sikap perlu diberikan pada beberapa anak didik. Lantas sebetulnya apa sich yang keliru hingga banyak kasus anak didik yang pandai tetapi buruk attitudenya?

Ini kali mimin akan menguraikan apa kekeliruan yang kerap dilaksanakan oleh pengajar hingga cetak angkatan yang pintar tetapi tidak memiliki attitude yang bagus. Kurang lebih apa ya? Cek it out, yok!

1. Lupakan Akar Instansi Pendidikan
“Saya ini telah berusaha rajin Pak. Saya juga berusaha jujur Pak. Tetapi mengapa saya kok justru tidak berhasil!”, kata seorang pelajar berkeluh kesah.

Sebutlah saja Ragil, ia berusaha menjadi pelajar yang rajin. Dia sungguh-sungguh saat belajar. Dia banyak membaca buku. Pekerjaan guru https://lan-samarinda.com/ tidak pernah dia lupakan. Dia Ingin memiliki berbagai ragam ilmu. Setiap ujian, ia lakukan bukan hanya secara betul, tetapi dengan kejujuran.

Tetapi, semuanya yang dia kerjakan malah memetik cemoohan. Dia disebutkan kutu buku, dipandang berlagak pandai, dan dipanggil si profesor. Apalagi saat ujian, kesukaannya kerjakan masalah secara jujur itu malah jadi bahan tertawaan. Dalam kelasnya, ia malah mendapatkan nilai paling rendah, walaupun nilainya termasuk tetap penuhi KKM (Persyaratan Ketu ntasan Minimum) bahkan juga tetap di atasnya. Tetapi nilai itu tetap di bawah beberapa temannya yang memiliki nilai hampir serupa, bahkan juga sama karena nilai itu adalah hasil jiplakan.

Cetak manusia pandai dapat dilaksanakan jalan singkat, tetapi cetak manusia terdidik perlu proses panjang dan kesabaran.

Foto sekolah yang semacam ini, terang membuat kita malu. Bila yang terjadi begitu ada karena itu bisa disebutkan sekolah kita bukan instansi pendidikan, sekolah kita hanya sebuah instansi edukasi. Karena instansi pendidikan tentulah akan mendidik pelajarnya. Mendidik ialah mengolah pelajar jadi baik, dan mengajarkan ialah mengolah orang jadi pandai. Bila sekolah cuma menjadi instansi edukasi, mengakibatkan pelajar kita cuma ‘pintar’ tapi tidak ‘baik.’ Foto sekolah yang begitu bisa menjadi kronis efeknya, sama juga halnya bila diaplikasikan dalam mekanisme pendidikan di dalam rumah dan di lingkungan.

Nach, menjadi kita perlu selalu ingat akar dari pendidikan tersebut, yang bukan hanya mintarkan anak negeri, tetapi untuk jadikan angkatan bangsa bermoralul karimah.

Lupakan Pekerjaan Khusus seorang Pengajar
Teman dekat pengajar, sebagai seorang pengajar kita harus memprioritaskan pekerjaan khusus kita untuk cetak angkatan bangsa yang pintar dan bermoral. Cetak manusia pandai dapat dilaksanakan jalan singkat, tetapi cetak manusia terdidik perlu proses panjang dan kesabaran. Jadi orang yang berpendidikan memang bisa memberikan dukungan keberhasilan kita pada dunia karir, tetapi bila cuma jadi berpendidikan tanpa terdidik, kita bisa menjadi seorang yang dapat bikin rugi seseorang. Ibaratnya ini, orang berpendidikan akan gampang beli mobil, tetapi dengan mobilnya itu malah ia rajin buang sampah di jalan atau menyetir mobil ugal-ugalan hingga membuat seseorang nahas. Karena apa? Karena ia tidak terdidik

Banyak instansi di negara ini yang alami kemunduran, miliaran rupiah juga hancur, karena hanya orang berpendidikan tetapi tidak terdidik . Maka apa yang keliru? Ya, mungkin kita salah capai tujuan, sekolah kita banyak menghasilkan beberapa orang berpendidikan tetapi kurang terdidik. Begitu juga dengan beberapa pengajar, yang sering terpusat pada tujuan jadikan anak didik pintar, tetapi lupa atau meleng untuk jadikan anak berwatak baik. So, bila ingin anak didik jadi individu yang betul-betul sukses, menjadikan kita orang terdidik yang tidak cuma berpendidikan. Bagaimana juga, pendidiklah yang nanti bisa menjadi suri tauldan untuk anak didiknya. .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *